Saturday, December 10, 2011

Apabila Harimau Bicara

Pagi yang tenang, Hari terakhir di Rumah Sakit Efarina Etaham, Purwakarta.
Terlalu banyak memori, baik dan buruk.
Indah untuk dikenang, kejam untuk diulang.

Harimau datang mendekati,
Jantung berdegup kencang,
Badan terasa menciut mengecil...

"Dokter umum bodoh seperti ini, pasien dengan efusi pleura berat udah 4 hari baru di konsul, ini pasti pas koas nya malas belajar!"

Harimau pergi,
Dari sianosis menjadi asianosis lagi,
Jantung mulai normal kembali...

Lima belas minit kemudian...

"Kenapa harus periksa Bilirubin pada pasien ini?! Atas indikasi apa! bodoh dokternya..."
.....terdiam....
"Ha...apa indikasi pemeriksaan Bilirubin?"
....."erm...kalo kita suspek ada penyakit hepar, doc..."....
"Apa tanda nya penyakit di hepar?"
....."Mata nya kuning doc..".....
"Yah..jadi kenapa dokter ini periksa Bilirubin? di EKG lagi!"
....."erm....mungkin karena hepar nya gede dan sesak nya"....

Harimau berlalu pergi...
Pandangan dari hitam putih berwarna lagi.
Pertama dan terakhir kali yang cukup menyeramkan.

Sekian.